Rabu, 14 Januari 2015

ANALISIS PENANGGULANGAN RISIKO PADA BANK YANG JUGA BERGERAK DIBIDANG ASURANSI


PT. BNI Life Insurance

PT BNI Life Insurance (BNI Life) merupakan perusahaan asuransi yang menyediakan berbagai produk asuransi seperti Asuransi Kehidupan (Jiwa), Kesehatan, Pendidikan, Investasi, Pensiun dan Syariah. Dalam menyelenggarakan kegiatan usahanya, BNI Life telah memperoleh izin usaha di bidang Asuransi Jiwa Berdasarkan surat dari Menteri Keuangan Nomor 305/KMK.017/1997 tanggal 7 Juli 1997. Pendirian BNI Life, sejalan dengan kebutuhan perusahaan induknya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, untuk menyediakan layanan dan jasa keuangan terpadu bagi semua nasabahnya (one-stop financial services).
Saat ini BNI Life telah hadir melalui 4 saluran distribusi yaitu Agency, Bancassurance, Employee Benefits dan Syariah. Agency dipasarkan melalui agen-agen yang memasarkan produk individu, sedangkan Bancassurance dipasarkan melalui jaringan BNI di seluruh Indonesia. Employee Benefits dikhususkan bagi produk-produk asuransi kumpulan ke perusahaan-perusahaan, sedangkan syariah memasarkan produk asuransi baik individu, ataupun kumpulan dengan prinsip syariah.
Kantor pemasaran merupakan salah satu saluran jaringan pemasaran yang dimiliki oleh BNI Life yang secara khusus memasarkan produk asuransi kehidupan (jiwa) individu baik konvensional maupun syariah melalui agen perorangan. Hingga Desember 2013, BNI Life sudah memiliki 41 kantor pemasaran dengan 1.708 agen berlisensi. Selain agen, BNI Life juga memiliki 688 Bancassurance Specialist di kantor-kantor cabang BNI di seluruh Indonesia.
Pada tanggal 11 Maret 2014, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan persetujuan perubahan kepemilikan saham PT BNI Life Insurance (”BNI Life”). Berdasarkan persetujuan tersebut pada tanggal 21 Maret 2014, BNI Life telah menyelenggarakan RUPSLB dengan agenda penerbitan saham baru sebanyak 120.279.633 lembar yang diambil seluruhnya oleh Sumitomo Life Insurance Company.
Terhitung sejak tanggal 9 Mei 2014, BNI Life telah menjadi perusahaan asuransi kehidupan (jiwa) joint venture dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tetap menjadi pemegang saham pengendali sebesar 60,000000%; Sumitomo Life Insurance Company memiliki 39.999993%; 0.000003% dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan (YKP) BNI dan 0,000003% dimiliki oleh Yayasan Danar Dana Swadharma (YDD).
VISI MISI DAN NILAI PERUSAHAAN
·         VISI
Menjadi perusahaan asuransi terkemuka kebanggaan bangsa

·         MISI
Memberikan perencanaan masa depan dan perlindungan yang terpercaya dengan layanan prima dan kinerja keuangan yang optimal untuk mewujidkan kehidupan bangsa yang lebih berkualitas
·        Nilai-nilai Perusahaan
1.                  Integrity, Menjunjung tinggi kejujuran dan keselarasan dalam pemikiran, perkataan serta perbuatan
2.                  Customer Oriented, Memberikan kualitas pelayanan kebutuhan pelanggan internal dan eksternal melebihi dari yang mereka harapkan
3.                  Trust, Dapat dipercaya dan teguh memegang amanah dalam memenuhi janji baik kepada nasabah maupun rekan kerja
4.                  Passion for Excellence, Selalu memberikan hasil kerja terbaik dan terus meningkatkan keahlian
5.                  Team Work, Membina sinergi dan kerja sama antar individu dengan optimal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan bersama
6.                  Innovative, Menggunakan dengan maksimal semua sumber daya yang ada dengan kreativitias tinggi untuk menghasilkan perbaikan dan perubahan berkala
7.                  Embrace Change, Aktif melakukan perubahan yang diperlukan dan siap menerima dan menjalankan perubahan yang terjadi kapan saja diperlukan

B. ANALISIS PENGELOLAAN MANAJEMEN RESIKO ASURANSI
pada pokoknya ada dua pendekatan atau cara yang digunakan oleh seprang MAnajer risiko dalam menanggulangi risiko yang dihadapi oleh perusahaannya, yaitu :
1.      Penanggulangan risiko
2.      Pembiayaan risiko
Selanjutnya dalam masing-masing pendwkatan ada beberapa alat yang dapat dipakai untuk menanggulangi risiko yang dihadapi. Biasanya dan sebaiknya Manajer risiko dalam menggunakan alat-alat tersebut mengadakan kombinasi dari dua cara atau lebih,agar supaya penanggulangan risiko dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Dalam pendekatan dengan penanganan risiko ada beberapa alat/metode yang dapat digunakan, antara lain :
      1.      Menghindarinya
      2.      Mengendalikan
      3.      Memisahlan
      4.      Melalukan kombinasi
      5.      Memindahkan
Sedang dalam penaggulangan risiko dengan membiayai risiko ada dua cara atau metode yang dapat digunakan, yaitu :
     1.      Pemindahan risiko melalui asuransi
     2.      Melakulan retensi
Menghindari suatu risiko murni adalah menghindarkan harta, orang atau kegiatan dari exposure, dengan cara antara lain :
1.     Menolak memiliki, menerima atau melaksanakan kegiatan yang mengandung risiko walaupun     hanya untuk sementara.
      2.     Menyerahkan kembali risiko yang terlanjur diterima atau segera menghentikan yang diketahui mengandung risiko

Ada beberapa karateristik dasar yang harus diperhatikan, yang berkaitan dengan penghindaran risiko, antara lain :
a. keadaan yang mengakibatkan tidak adanya kemungkinan untuk menghindari risiko, dimana makin luas  pengertian risiko yang dihadapi akan makin besar ketidakmungkinan untuk menghindari.
b. makin sempit risiko yang dihadapi, maka akan semakin besar kemungkinan akan terciptanya risiko baru.
Untuk mengimplementasikan keputusan penanggulanagn risiko dengan penhhindaran, harus ditetapkan secara jelas semua harta, personil serta kegiatan yang menghadapi risiko yang ingin dihindarkan tersebut. Selanjutnya dengan dukungan pihak manajemen puncak, Manajer Risiko seharusnya merekomendasikan prosedur tertentu yang garus ditaati oleh semua bagian perusahaan dan karyawan.
Tidak hanya itu risiko dalam perusahaan asuransi. Kini berkembang, unit manajemen risiko punya tugas tidak hanya memotret risiko objek asuransi, namun juga bertanggung jawab mengelolah semua risiko yang dihadapi perusahaan asuransi itu sendiri.
Adanya pergeseran pemahaman pengelolaan risiko ini beranjak dari kesadaran bahwa risiko yang dihadapi perusahaan asuransi bukan sekedar risiko terjadinya klaim. Menghadapi klaim itu hal biasa.
Menurut pedoman dari Departemen Keuangan, setidaknya ada tujuh risiko utama yakni risiko sebagai penanggung/penanggung ulang, risiko reputasi, risiko pasar, risiko investasi, risiko likuiditas, risiko bencana alam, dan risiko legal. Risiko-risiko tersebut jika tidak dikelolah dengan tepat, akan sangat mengganggu operasional perusahaan.
      
Fokus Risiko sebagai Penanggung
Risiko sebagai penanggung menjadi fokus keseharian karena fungsi perusahaan asuransi adalah menjamin risiko pihak lain. Risiko tersebut harus dikendalikan. Sebagaimana diketahui, kontrol risiko terdiri dari menghindari, meminimalisir, menahan dan memindahkan risiko.
Tiga cara kontrol risiko di atas bisa dilakukan sekaligus. Namun, menghindari risiko tidak mungkin dilakukan karena fungsi perusahaan asuransi justru menanggung risiko pihak lain.
Kontrol risiko ini dimulai dari proses underwriting (seleksi risiko) hingga pascapembayaran klaim. Perusahaan asuransi bisa mereduksi risiko dengan cara proses seleksi risiko yang lebih ketat (prudent underwriting). Perlu kebijakan underwriting dan underwriter yang mumpuni untuk melakukan proses ini.
Kebijakan underwriting ketat memang bagus, tetapi perusahaan asuransi tetap butuh premi. Kebijakan underwriting ketat dan target premi perlu titik ekuilibrium. Pemilihan underwriter bersertifikat adalah upaya real meminimalkan risiko.
Dalam proses underwriting inilah, pada ‘zaman dulu’ ditempatkan unit yang disebut unit manajemen risiko. Unit ini bertugas melakukan survey atas objek pertanggungan yang akan dijamin asuransinya. Dari hasil survey diketahui lebih pasti kondisi objek yang digunakan untuk menentukan kondisi pertanggungan asuransi bagaimana yang paling tepat. Di industri asuransi jiwa, tes kesehatan sebelum aplikasi diterima adalah salah satu jenis kontrol risiko. Selanjutnya, sebelum perusahaan asuransi menjamin risiko, melakukan kalkulasi seberapa besar mampu menahan risiko. Jika dirasa risiko sangat besar, bahkan di luar kemampuan (retensi), maka perusahaan asuransi akan mereasuransikan (mengasuransikan kembali) kepada perusahaan reasuransi (reasuradur).
Perlunya back-up reasuransi ini dilakukan agar jika terjadi klaim, maka perusahaan asuransi masih sanggup membayarnya. Juga agar tidak sampai mengganggu likuiditas perusahaan. Ini adalah bentuk kontrol risiko dengan cara memindahkan sebagian risiko ke reasuradur (spreading of risks).
Ketika proses underwriting selesai dan perusahaan asuransi bersedia menjamin risiko pemegang polis (tertanggung), maka mulailah risiko sebagai penanggung berjalan. Kontrol risiko belum berhenti. Perusahaan asuransi tetap harus memantau apakah syarat-syarat & kondisi (terms & conditions) polis, khususnya berkenaan dengan janji (warranties) dipenuhi apa tidak oleh tertanggung.
Dampak risiko sebagai penanggung adalah ketika terjadi klaim. Namun, tidak berarti setelah terjadi klaim, proses manajemen risiko berhenti. Manajemen risiko harus tetap jalan melalui tiga jalan.
Pertama, harus dilihat apakah perusahaan asuransi wajib membayar atau klaim ditolak karena tidak sesuai jaminan di polis.
Harus diketahui secara pasti apakah penyebab kerugian dijamin atau tidak di polis. Apakah tertanggung juga telah memenuhi kewajiban yang tercantum di polis? Jika setelah diteliti, tuntutan tidak claimable, maka perusahaan asuransi tidak wajib mengganti klaim.
Kedua, apabila perusahaan suransi wajib mengganti, maka harus dihitung berapa besar penggantian. Terlalu besar penggantian, pasti merugikan perusahaan asuransi. Jika terlalu kecil, maka yang dirugikan adalah pemegang polis. Perhitungan harus dilakukan secara teliti. Untuk di industri asuransi umum, aktifitas ini bisa dilakukan oleh loss adjuster yang bertindak independen.
Ketiga, pascapembayaran klaim, apabila kerugian yang diderita tertanggung disebabkan kesalahan pihak lain, perusahaan asuransi mempunyai hak menuntut (hak subrogasi) pihak lain tersebut untuk mengganti kerugian. Perusahaan asuransi bisa mendapatkan recovery sehingga mengurangi kerugan yang dideritanya

     
REFERENSI :
Djojosoedarso, Soeisno. Prinsip-prinsip Manajemen Risiko dan Asuransi, Salemba Empat, Jakarta. 1999.
Siamat Dahlan, (2005). Manajemen lembaga keuangan; kebijakan moneter dan perbankan (edisi ke-lima). Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Minggu, 16 November 2014

ASURANSI KERUGIAN

ASURANSI KERUGIAN
Pada prinsipnya, asuransi kerugian adalah mekanisme proteksi atau perlindungan dari risiko kerugian keuangan dengan cara mengalihkan risiko kepada pihak lain. Berikut adalah beberapa definisi asuransi menurut beberapa sumber :

A. Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang pasal 246
Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana sesorang penanggung mengikatkan diri kepada seseorang tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tentu.
B. Menurut Undang-undang No. 2 Th. 1992
Tentang Usaha Perasuransian Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
C. Menurut Paham Ekonomi

Asuransi merupakan suatu lembaga keuangan karena melalui asuransi dapat dihimpun dana besar, yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan, disamping bermanfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi, serta asuransi bertujuan memberikan perlindungan atau proteksi atas kerugian keuangan (financial loss), yang ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak diduga sebelumnya (fortuitious event).

Senin, 10 November 2014

PENGARUH ASURANSI DI KEHIDUPAN SOSIAL DAN EKONOMI


Dalam perkembangannya asuransi ternyata memberikan dampak yang positif kepada kehidupan sosial ekonomi.
Asuransi sangat memberikan manfaat bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan negara. Menurut Soeisno Djojosoedarso dalam bukunya “Prinsip-Prinsip Manajemen Risiko dan Asuransi”.
Adapun Pengaruh asuransi terhadap kehidupan sosial ekonomi tersebut , antara lain :
1.  Memberi Rasa Aman
Dalam aspek psikologis mungkin diwujudkan dalam sikap atau mungkin pula menimbulkan sikap baru, karena mereka menghendaki adanya alat pemuas terhadap keinginannya (akan rasa aman).
Bila keinginan tersebut tidak terpuaskan maka hal tersebut akan menimbulkan ketegangan, yang dapat menimbulkan reaksi-reaksi yang tidak sehat. Artinya bila rasa aman tidak terpenuhi reaksinya mungkin akan berbentuk rasa kekhawatiran, ketakutan terhadap ketidak-pastian.
Dimana cara pemenuhan terhadap kebutuhan/keinginan rasa aman salah satunya adalah melalui asuransi. Dengan adanya asuransi tersebut maka sebagian besar dari ketidak pastian, yang berpusat pada keinginan untuk memperoleh rasa aman terhadap bahaya tertentu akan dapat dieliminir, sehingga dapat menimbulkan suasana jiwa yang tenang serta rasa hati yang damai.
2.  Melindungi Keluarga Dari Perpecahan
Perusahaan asuransi jiwa akan memberikan santunan bila tertanggung meninggal dunia pada saat kontrak.

Suatu yang benar-benar tepat, sebab dating pada saat sangat dibutuhkan, yaitu kebutuhan dana untuk melanjutkan kehidupan keluarga, pada sumber utama penghasilan terputus/hilang. Uang santunan yang diterima akan merupakan salah satu alat untuk mempertahankan kerukunan dan keutuhan keluarga.
Sebab bila seseorang kepala keluarga meninggal dunia dan ia tidak mengasuransikan dirinya, maka keluarga yang ditinggalkan akan mengalami kesulitan keuangan,yang akan mendapatka akibat-akibat lain yang lebih jauh. Misalnya ibunya harus terpaksa bekerja diluar rumah atau bekerja keras, sehingga mengurangi kesempatannya untuk mengawasi anak-anaknya yang masih dibawah umur harus bekerja, menyebabkan terjadinya “ mental break down “   dn sebagainya.
Dengan demikian bila ada dari santunan dari perusahaan asuransi akibat-akibat tersebut dapat diminimalisir.
3.  Menghilangkan Ketergantungan
Sering kita jumpai bahwa perkembangan yang tidak menguntungkan yang dialami seseorang adalah disebabkan oleh factor-faktor ekonomi/keuangan yang dialami oleh oranglain, kepada siapa orang yang bersangkutan tergantung. Misalnya: kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh kesuksesan dimasa datang akan sangat dikuarangi karena tidak tersediany sumber-sumber dana yang memadai akibat ketidak mampuan orang tuanya, karena sudah tdak mampu  bekerja,menganggur dan sebagainya.
Orang-orang tua yang kapasitas kerjanya sudah menurun akan dapat  mengakibatkan: menurunya tingkat penghasilannya, yang selanjutnya dapat mengakibatkan menurunya standart kehidupanny,demolirasi,anak-anaknya tidak dapat melanjutkan sekolah.kehidupannya menyandarkan diri pada ‘belas kasihan’ orang lain dan sebagainya
Ketergantunga yang demikian itu akan dapat dikurangi apabila sebelumnya (pada saat kondisi orangtua masih sehat dan kuat) telah diatur suatu program asuransi untuk mengantisipasi ketergantungan tersebut. Misalnya melalui program asuransi beasiswa untuk menghindari ketergantungab anak bidang biaya untuk pendidikannya. Dimana bila ketidak mampuan itu tiba atau orang tua meninggal dunia sianak-anak akan mendapatkan biaya kelanjutan pendidikannya dan perusahaan asuransi.
4.  Menjamin Kehidupan Wanita Karir
Dewasa ini banyak wanita yang sengaja tidak memasuki janjang kehidupan brumah tangga, karena ingin mengejar karier dan tidak mau menggantungkan dirinya kepada orang lain, terutama yang menyangkut kebutuhan ekonominya.
Pada suatu ketika mereka itu akan menghadapi masalah yang berkaitan dengan pendanaan untuk penyediaan sarana pemenuhan kebutuhanannya,terutama yang berkaitan dengan penuruna proukvitas kerjanya, baik yang berkaitan dengan usiannya maupun kesehatannya.

Senin, 13 Oktober 2014

asuransi jiwa

Pengertian asuransi jiwa adalah asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama. Disini terlukis bahwa dalam asuransi jiwa, risiko yang dihadapi adalah:
1. Risiko kematian.
2. Hidup seseorang terlalu lama.
Hal ini sudah barang tentu akan membawa banyak aspek, apabila risiko yang terdapat pada diri seseorang tidak diasuransikan kepada perusahaan asuransi jiwa.
Umpamanya jaminan untuk keturunan (dependents), seorang bapak kalau meninggal dunia sebelum waktunya atau dengan tiba-tiba, si anak tidak akan terlantar dalam hidupnya.
Bisa juga terjadi terhadap seseorang yang telah mencapai umur ketuaannya (old age) dan tidak mampu untuk mencari nafkah sehingga tidak mampu membiayai anak-anaknya, maka dengan menjadi nasabah di Allianz asuransi jiwa risiko yang mungkin diderita dalam arti kehilangan kesempatan untuk mendapat penghasilan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.
Lembaga asuransi jiwa memiliki faedahnya dengan tujuan utama ialah untuk menanggung atau menjamin seseorang terhadap kerugian-kerugian finansial. Di bawah ini dapat kita lihat betapa pentingnya peranan serta tujuan asuransi jiwatersebut.
1. Dari segi masyarakat umumnya (sosial)
Asuransi jiwa bisa memberikan keuntungan-keuntungan tertentu terhadap individu atau masyarakat, yaitu sebagai berikut.
  • Menenteramkan kepala keluarga (suami/bapak), dalam arti memberi jaminan penghasilan, pendidikan, apabila kepala keluarga terkena musibah yang menyebabkan meninggal dunia.
  • Dengan membeli polis asuransi jiwa dapat digunakan sebagai alat untuk menabung (saving). Pada umumnya pendapatan per kapita dari masyarakat masih sangat rendah, oleh karena itu, dalam praktik terlihat bahwa keinginan masyarakat untuk membeli asuransi jiwa sedikit sekali.
  • Sebagai sumber penghasilan (earning power).
Ini dapat kita lihat pada negara-negara yang sudah maju, seseorang yang merupakan “kunci” dalam perusahaan akan diasuransikan oleh perusahaan dimana ia bekerja. Hal ini perlu dilaksanakan mengingat pentingnya posisi yang dipegangnya. Banyak sedikitnya akan memengaruhi terhadap kehidupan perusahaan yang going concern (sedang berjalan). Misalnya seorang ahli atom / nuclear akan dipertanggungkan jiwanya bilamana ia meninggal dunia atau sakit, perusahaan wajib membayar ganti kerugian. Contoh ini tidak kita temui di Indonesia, karena negara kita belum begitu maju dalam bidang industri bila dibandingkan dengan negara barat.
  • Tujuan lain asuransi jiwa ialah, untuk menjamin pengobatan dan menjamin kepada keturunan andaikata yang mengasuransikan tidak mampu untuk mendidik anak-anaknya (beasiswa / pendidikan). Yang banyak kita temui dalam praktik ialah, pertanggungan untuk risiko kematian, sedangkan pertanggungan selebihnya belum begitu maju pesat.
2. Dari segi pemerintah / publik.
Perusahaan asuransi jiwa di negara kita yang besar operasinya, umumnya kepunyaan pemerintah. Disini kita hubungkan dengan peraturan pemerintah, yaitu UU No. 19/1960 mengenai pembagian antara perusahaan-perusahaan negara. Pembagian kegiatan seperti tercantum di dalam sektor-sektor sebagai berikut.
a. Sektor produksi (perusahaan industri negara, perusahaan perkebunan negara, dan perusahaan pertambangan negara).
b. Sektor marketing (perusahaan niaga).
c. Sektor pemberian fasilitas (perusahaan-perusahaan asuransi negara, bank pemerintah, dan perusahaan pelayanan milik negara lainnya).
Dapat disimpulkan disini bahwa perusahaan asuransi merupakan satu lembaga keuangan yang memberikan fasilitas untuk pembiayaan yang dapat dipergunakan dalam tahap pembangunan ekonomi Indonesia. Berdasarkan pada UU No. 19/1960, ternyata sumbangan lembaga asuransi terhadap pembangunan ekonomi ialah :
  • Sebagai alat pembentukan modal (capital formation).
  • Lembaga penabungan (saving).
Jadi dapat dikatakan bahwa tujuan perusahaan asuransi ialah untuk turut membangun ekonomi nasional di bidang per asuransi jiwa sesuai dengan Repelita, dengan mengutamakan kebutuhan rakyat dan ketenteraman serta kesenangan bekerja dalam perusahaan menuju masyarakat adil dan makmur materiil dan spiritual.

Sabtu, 16 November 2013

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN BAKSO SABAR



BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
            Setiap orang pasti ingin menjadi Bos di bisnis atau usaha-nya sendiri. Banyak sekali jalan menuju kesuksesan, salah satunya adalah dengan membuat sebuah bisnis yang diharapkan mampu mengembangkan daya kreativitas dan inovasi baru. Hal ini membutuhkan keberanian yang luar biasa dan harus siap mananggung sebuah resiko atau gagal dalam memulai suatu usaha.
Bisnis adalah pembelajaran, dibutuhkan analisa yang sangat tepat dalam prospek dan kelayakan dalam usaha tersebut. Oleh karena itu, bisnis harus dimulai sejak dini, sehingga kita memiliki banyak waktu untuk dapat berfikir kreatif demi kesuksesan usaha tersebut.
Peluang usaha di depan mata, tidak ada salahnya jika kita memulainya dari sekarang. Inilah latar belakang berdirinya sebuah tempat makan yang bernama Bakso sabar.


BAB II
ISI MATERI

1.      Profil Usaha
Pada tahun 2007 mas sabar membuka usaha sendiri. Dia membuka usaha bakso dikarenakan banyak yang menyukai bakso nya. Kini, usaha bakso yang dirintisnya telah berkembang. Ia membuka usaha tersebut di rumahnya di daerah jalan Swadaya Jatibening Bekasi, tidak hanya itu ia juga mengembangkan usaha bakso tersebut dengan cara berkeliling dengan gerobak bakso nya. Ia mampu menghidupi keluarganya yang berada di kampung.
2.      Alamat Usaha
Usaha bakso yang bernama “Bakso Sabar” ini berlokasi di Jl. Swadaya Rt. 05/07 Jatibening Bekasi

3.      Waktu Operasional
Waktu operasional tempat makan ini dari 9.00 hingga pukul 18.00.Waktu dapat berubah-ubah dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.



BAB III
PENUTUP
 Kesimpulan
     Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang- orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. 

Minggu, 03 November 2013

Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan proposal

            Terwujudnya laporan proposal kerja ini tidak lepas dari berbagai pihak yang telah mendorong dan membimbing penulis, baik tenaga, ide-ide, maupun pemikiran-pemikiran. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya
kepada :
1.      Dosen dan Kakak pembimbing yang telah memberikan pembekalan materi dalam pembuatan dan penyelesaian laporan proposal ini.
2.      Orang Tua yang telah memberikan doa dan semangat kepada anak-anaknya untuk menyeslesaikan laporan proposal ini.
3.      Serta kepada seluruh team Kripik Singkong yang telah berupaya menyelesaikan laporan ini.

Semoga segala bantuan yang tidak ternilai  harganya ini mendapat imbalan yang sesuai dari Tuhan Yang Maha Esa, dan laporan proposal ini dapat menarik para investor untuk menenmkan modalnya demi terwujudna usaha “Kripik Singkong” ini.
            Penulis menyadari  bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karrena itu kritik dan saran yang membangun  dari berbagai pihak  sangat penulis harapkan demi perbaikan-perbaikan kedepan.

Bekasi, 7  Oktober 2013


Penulis





BAB  I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang Perusahaan
      Keripik Singkong merupakan makanan yang praktis dan crispy. Selain itu mudah di bawa kemana – mana Ada  dua jenis rasa, yaitu pedas dan manis.


1.2     Visi dan Misi
        Visi :
Menjadikan Kripik Singkong Company sebagai perusahaan yang unggul dalam bidang   kuliner
       
        Misi :
Ø  Membuat makanan yang cepat saji, higienis dan berprotein
Ø  Menyediakan makanan yang diminati oleh semua kalangan baik orangtua maupun anak kecil,
dengan mempertahankan cita rasa yang khas
Ø  Memberikan pelayanan yang baik dan kepuasan kepada konsumen

1.3     Motto Perusahaan
        “Nikmat, Mudah  dan crispy”
















1.4     Data Perusahaan
NO
NAMA PERUSAHAAN
Kripik SingkongCompany
1
Bidang Usaha
Kuliner
2
Jenis Usaha
Kripik Singkong
3
Alamat Perusahaan
Jl. Bening Indah
4
Nomor Telepon
081294489089
5
Twitter
Facebook
Email
@Kripiksingkong
Kripik Singkong
KripikSingkong@ymail.com

6
Mulai berdiri
31 Agustus 2013













No
Nama
Cindy Claudia
1
Jabatan
CEO (chief executive office)
2
Tempat tanggal lahir
Jakarta, 19 Juni 1994
3
Alamat Rumah
Komp. DKI ,Pondok kelapa
4
Nomor Telepon
089601679939
5
Alamat Email
6
Pendididkan Terakhir
SMA
7
Pengalaman Kerja
-


























No
Nama
Catharina Ade Kusuma Sari
1
Jabatan
Financial Manager
2
Tempat tanggal lahir
Jakarta, 19 Maret 1994
3
Alamat Rumah
Jl. Kenanga Utara Raya
4
Nomor Telepon
087780971255
5
Alamat Email
6
Pendididkan Terakhir
SMK
7
Pengalaman Kerja
Hotel  Sahid Jaya ,House Keeping



No
Nama
 Marya Dewi Wulan H
1
Jabatan
Production Manager
2
Tempat tanggal lahir
Bekasi, 29 Agustus 1993
3
Alamat Rumah
Komp. Bening Indah
4
Nomor Telepon
081294489089
5
Alamat Email
6
Pendididkan Terakhir
SMA
7
Pengalaman Kerja
-








No
Nama
 Rita Widiya Suci
1
Jabatan
Marketing Manager
2
Tempat tanggal lahir
Bekasi, 1 November 1994
3
Alamat Rumah
Perumahan Narogong Sakti
4
Nomor Telepon
085718132057
5
Alamat Email
6
Pendididkan Terakhir
SMA
7
Pengalaman Kerja
-










No
Nama
 Andrean Lavianta
1
Jabatan
Marketing Managar
2
Tempat tanggal lahir
Bekasi, 31 Maret 1994
3
Alamat Rumah
Perumahan Dukuh Zamrud
4
Nomor Telepon
085695868973
5
Alamat Email
6
Pendididkan Terakhir
SMA
7
Pengalaman Kerja
-















BAB  II
ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN

2.1     Produk yang Dihasilkan
        Keistimewaan Kripik Singkong:
Ø  Mudah dibawa
Ø  Dapat di temukan dimana saja
2.2     Analisis 4P
a.       Product
Ø  Type          : Kripik Singkong
Ø  Brand        : Kripik Singkong Company
Ø  Quality      : crispy
Ø  Packing     : Plastik
Ø  Design       : oval

b.      Price
Ø  Price List Manis    : Rp. 3.000,-/pcs
Ø  Price List Pedes    : Rp. 4.000,-/pcs

c.       Promotion
Ø  Personal selling     : Menjual langsung kepada konsumen
Ø  Advertisement      :  Melalui media social seperti Twitter, BBM, Blogger, Via SMS

d.      Place
Location          : Universitas Gunadarma Bekasi








2.3     Target dan Segmentasi Pasar
a. Geografi
      Kawasan yang kami jadikan target yaitu di area kampus Gunadarma dan lingkungan    sekitarnya.
b.Demografi
   Konsumen yang dituju yaitu adalah semua usia.
c. Psikografi
   Status sosial : Semua golongan masyarakat bisa menikmati.


2.4     Strategi Pemasaran
a.    Perkenalan Bisnis
       Mempromosikan produk dengan cara menawarkan langsung kepada konsumen.
b.   Membangun Jaringan dengan Usaha  Lain yang dapat Mendukung Bisnis
Produk yang kami tawarkan berbeda dengan pengolahan roti pada umumnya namun kami memberikan inovasi rasa pedas dan manis.
c.    Menciptakan Inovasi pada Design yang di Tawarkan
     Produk yang ditawarkan ada 2 jenis :
Ø  Kripik Singkong Pedas :Singkong, dan bubum  cabai.
Ø  Kripik Singkong Manis:Singkong, Coklat, Keju.
d.   Media Pemasaran
Kami mempromosikan secara langsung pada konsumen dan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, Blackberry massanger, dll.


  



2.2     ANALISIS SWOT/TOWS

           FAKTOR INTERN






FAKTOR EKSTERN
STRENGTH

·   Bahan mudah di dapat
·   Variasi rasa
·   Harga terjangkau
·   Packing  yang menarik
·   Tempat yang strategis
WEAKNESS

·     Produk mudah ditiru
·      Produk mudah mengeras  dan   menyerap banyak minyak
·    Mengandung banyak kalori

OPPORTUNITY

·      Minat konsumen yang tinggi
·      Target konsumen yang tepat
·      Jenis makanan yang sudah dikenal



·   Mempertahankan cita rasa
·   Memperbanyak produk
·   Memanfaatkan minat konsumen yang tinggi terhadap produk yang sudah banyak dikenal



SO


·     Membuat kemasan yang steril, sehingga produk terjaga kualitas nya






WO
THREATH

·      Pesaing dalam bidang kuliner
·      Banyak nya isu negative tentang penggunaan bahan baku


·   Memasarkan kelebihan produk agar konsumen lebih selektif untuk membeli, dan merasa puas







ST


·     Memperkenalkan produk secara langsung atau melalui sosial media
·     Memberikan potongan harga untuk pembelian yang banyak
·     Menggunakan bahan yang lebih berkualitas dan higienis




WT




3.1     Cara Pembuatan Kripik singkong
Bahan - bahan Kripik Singkong Pedas :
a.    Singkong
b.   Bumbu Cabai

Bahan - bahan Kripik Singkong Manis  :
a.       Singkong
b.      Coklat
c.       Keju

Bahan - bahan penolong :
1.   Minyak goreng
2.   Gas
3.   plastik


BAB  V
ANALISIS KEUANGAN

5.1     Modal Usaha
       
Modal Pinjaman Universitas Gunadarma
Rp. 400.000
Modal Roti Gulung Isi
Rp. 162.000
Jumlah Modal
Rp. 562.000