Selasa, 11 Juni 2013

Keagungan Masjid Agung Demak


erwisata ke kota wali, Demak, Jawa Tengah, tak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Masjid Agung Demak yang merupakan landmark Kabupaten Demak. Masjid yang terleyak di pusat kota Demak ini merupakan masjid tertua di Pulau Jawa. Berdasarkan cacatan sejarah Masjid Demak didirikan Wali Sembilan atau Wali Songo pada taun 1401. Masjid ini, merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Glagahwangi Bintoro Demak. Selain dengan sarat makna sejarah masjid ini tergolong memiliki arsitektur yang cukup indah dan menarik. Masjid yang sekilas tampak seperti kerucut raksasa ini terdiri dari tiga lantai. Lantai utama merupakan altar masjid yang tiap hari digunakan jama'ah untuk kegiatan rutin keagamaan, lantai kedua merupakan rangka eternit yang lantainya dibuat dari kayu jati asli sejak zaman para wali. Sedangkan lantai ketiga adalah, puncak kubus yang menjadi penyangga kubah, dengan ruangan berukuran 6 x 6 meter, namun tidak semua orang boleh naik hingga lantai dua dan tiga. Kedua lantai ini memang tertutup untuk umum, demi kepentingan perawatan dan keamanan bangunan yang usianya sudah sangat tua. Pada serambi terdapat bangunan terbuka, atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit, yang merupakan hadiah dari Prabu Brawijaya V. Tak jauh dari tiang tersebut terdapat pintu masjid tergambar petir yang dinamakan Pintu Bledeg. Dinding Masjid Agung Demak terdapat 66 keramik berwarna biru dan putih, konon keramik-keramik tersebut merupakan peninggalan kerajaan Champa yang dicuri dari kerajaan Majapahit. Di dalam masjid terdapat mihrab dengan prasasti bergambar bulus, yang merupakan prasasti 'Condro Sengkolo'. Prasasti ini memiliki arti 'Sariro Sunyi Kiblating Gusti', bermakna tahun 1401 Saka atau 1479 M, merupakan warisan dari zaman Majapahit yang disebut Dampar Kencono.

Atap dari Masjid Agung Demak berbentuk limas piramida susun tiga, arti dari atap masjid ini merupakan pengejawantahan akidah Islamiyah yang bersumber pada Iman, Islam, Ihsan.

Selain masih digunakan sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Demak hingga kini masih dijadikan sebagai salah satu tempat wisata religi di Indonesia.

Biasanya wisatawan yang datang kesini akan berkunjung ke makam para wali yang terdapat di sekitar areal Masjid.

Tuol Sleng, Penjara Rezim Pol Pot yang Mengerikan

Penjara Tuol Sleng, tempat Pol Pot menyekap musuh-musuh politiknya, serta menyiksa ribuan rakyat Kamboja yang tidak berdosa. Bagi rakyat Kamboja, tanggal 17 April 1975 akan selalu dikenang sebagai lembaran hitam dalam sejarah negeri mereka. Pada hari itu, gerilyawan Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot berhasil menguasai Phnom Penh. Inilah permulaan drama paling mengerikan sepanjang sejarah Kamboja. Awalnya penduduk Phnom Penh menyambut gerilyawan dengan suka cita, berharap tentara Khmer Merah bisa mengakhiri krisis politik akibat perebutan kekuasaan pada masa rezim sebelumnya. Tapi euforia itu tidak berlangsung lama, mereka segera menyadari bahwa Pol Pot dan pengikutnya telah merencanakan kekejaman yang luar biasa. Kaum intelektual seperti dokter, dosen dan guru adalah musuh terbesar Pol Pot. Mereka dianggap menghalangi cita-cita Pol Pot untuk menciptakan masyarakat satu kelas, yakni kaum petani yang bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Golongan elit dan terpelajar ini akhirnya dikirim ke berbagai penjara untuk diinterogasi, dan kemudian disiksa dengan sadis.
Penjara dan tempat penyiksaan ini ada di seantero Kamboja, tetapi yang paling besar dan terkenal adalah Tuol Sleng di pusat kota Phnom Penh. Kini penjara Tuol Sleng dijadikan museum, menjadi saksi bisu kekejian yang pernah berlangsung di dalamnya. Sebelum era Pol Pot, penjara Tuol Sleng adalah gedung milik Chao Ponhea Yat High School, sebuah sekolah menengah di Phnom Penh. Setelah Khmer Merah memenangi perang saudara, gedung sekolah itu segera dirubah menjadi kompleks penjara berkode rahasia S-21 (Security Prison 21). Museum Tuol Sleng terdiri dari beberapa bangunan bertingkat tiga dalam area yang cukup luas. Seluruh bagiannya masih asli, termasuk kawat-kawat berduri yang mengelilingi gedung. Untuk menghormati korban, dipasang beberapa tanda yang melarang pengunjung tertawa. 

Menelusuri Jejak Vietnam di Pulau Galang

Pulau Galang adalah salah satu pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau. Letaknya tidak jauh dari Kota Batam, hanya sekitar 50 kilometer. Pulau ini terkenal karena dahulu pernah digunakan sebagai tempat pengungsian para manusia perahu dari Vietnam. Kini, yang tinggal hanya sisa-sisanya, namun masih layak untuk dikunjungi. Pulau Galang menjadi tempat pengungsian manusia perahu Vietnam antara tahun 1979 hingga 1996. Ketika itu, untuk menghindar dari Perang Vietnam yang bergejolak banyak rakyat Vietnam yang nekat mencari suaka di negara lain. Mereka yang terdampar di pulau-pulau Indonesia seperti misalnya di Natuna, Anambas, ataupun Tarempa akhirnya dipindahkan ke Galang sambil menunggu penentuan nasib mereka. Di sini mereka dibantu oleh badan PBB yang mengurusi masalah pengungsi yaitu UNHCR. Di kompleks pengungsian yang dulu terkenal dengan nama Kamp Sinam ini terdapat fasilitas yang cukup lengkap sehingga bagai satu kampung tersendiri. Kompleksnya pun sangat luas dan dikelilingi oleh hutan. Kamp pengungsian seluas 80 hektar ini memang dibuat terisolasi karena selain untuk memudahkan pengawasan, juga untuk menghindari penyebaran penyakit kelamin Vietnam Rose yang dibawa oleh pengungsi. masih banyak peninggalan yang tersisa. Salah satu yang paling monumental adalah perahu-perahu kayu yang dahulu membawa para pengungsi dari Vietnam. Sulit untuk membayangkan bagaimana perahu sekecil itu mampu bertahan melewati terjangan gelombang laut lepas. Peninggalan lain yang masih dapat dilihat adalah barak-barak pengungsi. Selain itu ada juga bekas rumah sakit, penjara, sekolah, kesemuanya tampak sedikit menyeramkan karena memang sudah tidak digunakan lagi. Ada juga satu kompleks pemakaman bernama Ngha Trang  yang cukup besar, menampung 503 makam. Beberapa rumah ibadah, seperti gereja dan vihara masih tampak gagah berdiri. Gereja Katolik Ngha Tho Duc Me Vo Nhiem dihubungkan oleh sebuah jembatan. Sementara itu Vihara Quan Am Tu mungkin merupakan bangunan yang paling mencolok. Di sini terdapat patung Dewi Guang Shi Pu Sha, tempat para pengungsi berdoa untuk mendapatkan keberuntungan, jodoh, harmoni dalam rumah tangga, dan sebagainya. Walau kini yang tertinggal hanyalah sisa-sisa, namun itu semua adalah saksi sejarah. Dalam kurun waktu 17 tahun lebih dari 200.000 pengungsi Vietnam tinggal di tempat ini sebelum akhirnya mendapatkan suaka di beberapa negara di Eropa, Australia, ataupun kembali ke negaranya.

Fenomena Alam Paling Luar Biasa

Lubang Biru Raksasa di Belize 
Sebuah lubang dengan luas 984 kaki dengan kedalaman 407 kaki terdapat di Belize. Lubang ini terbentuk karena fenomena di zaman es yang mengakibatkan perubahan pada permukaan air laut yang jauh lebih rendah. 
Gelombang (The Wave) di Utah - batu-batu ini terkikis secara alami sehingga terbentuk seperti gelombang. Figur ini terbuat dari batu pasir zaman Jurassic yang diperkirakan sudah berumur 190 juta tahun.
Batu berbentuk gajah di Valley of Fire State Park, Nevada 
Batu pasir ini terlihat seperti gajah secara kebetulan.
Danau Merah Muda, Hiller, Australia Barat 
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa warna merah muda ini muncul karena tumbuhnya ganggang di bawah danau yang mengakibatkan fenomena warna unik
Batu-batu yang bergeser sendiri di Death Valley, California
Fenomena geologis ini masih jadi teka-teki bagi para ilmuwan. Bagaimana tidak? Batu-batu ini bisa bergerak sendiri, padahal permukaannya terbilang rata.

Berwisata ke Situs Warisan Dunia

Taman Nasional Karang Tubbutaha
Terletak 180 kilometer ke arah tenggara Puerto Princesa di Palawan, Tubbataha adalah tempat favorit para penyelam skuba. CNN Travel mengatakan, area seluas 99.600 hektar ini adalah salah satu tempat penyelaman terbaik di dunia. Keaneakaragaman hayati di sini (dengan 300 karang dan 400 spesies ikan) disebut-sebut menandingi Australia’s Great . Tubbutaha amat terkenal sebagai tujuan penyelaman, sehingga orang biasanya memesan tempat setahun sebelumnya. Untuk sampai di sana, Anda perlu naik perahu 10 jam dari pelabuhan terdekat (Puerto Princesa) dan harus bersiap hidup di atas perahu selama beberapa hari. Tidak ada sinyal telepon seluler di sini, tapi sepertinya itu takkan jadi masalah, mengingat kehidupan bawah laut yang amat memesona. 

Taman Nasional Sungai Subterranean
Ini adalah sungai bawah tanah terpanjang di dunia (8,2 kilometer) dan juga langka.adalah area yang kaya dengan ekosistem gunung-ke-laut. Ada dua burung terancam punah di sini: burung merak Petani Palawan dan kakatua Filipina. Untuk bisa naik kapal dan menjelajahi 5 kilometer ke dalam gua.
Terasering Cordilleras
Lebih dari 2000 tahun lalu, suku Ifugao memahat sebagian gunung Cordillera untuk menanam padi. Bila dijejerkan berdampingan, terasering itu akan memanjang 22.400 kilometer atau setengah planet Bumi. Ada lima terasering yang masuk kategori warisan budaya dunia: Batad, Bangaan, Mayoyao, Hungduan dan Nagacadan. Untuk ke sana, Anda perlu naik bus selama 9 jam dari Manila ke Banaue.
Kota Vigan yang Bersejarah
Longganisa (sosis babi). Bagnet (perut babi goreng). Empanadas (pastry). Dan masih ada banyak lagi jejak bersejarah di kota tua ini, sehingga Anda mungkin mau memakai baju daerah Filipina dan menjelajahi kota dengan naik calesa (delman). Ibu kota Ilocos Sur, Vigan, adalah kota kolonial terbaik di Asia yang dirawat. Bawalah sepatu atau sandal yang enak dipakai buat berjalan-jalan, dan bawa pula uang tunai untuk membayar delman, bila Anda ingin benar-benar mengetahui seluk-beluk Vigan. Calle Crisologo tertutup bagi kendaraan bermotor, agar jalanan berbatunya tidak rusak. 
Gereja Barok
Bila Anda mengunjungi negara dengan jumlah penduduk Katholik terbesar di Asia, maka sebuah kunjungan ke gereja memang harus masuk daftar. Ada empat gereja barok yang dibangun pada masa penjajahan Spanyol yang terletak di Manila, provinsi Iloilo dan dua lagi di wilayah Ilocos di utara. Gereja Paoay (foto) di Ilocos Norte amat mengesankan dan membuat Anda ingin berjalan di dalamnya. Strukturnya amat bersejarah

Pengaruh Warna Ruangan Bagi Penghuni

Pewarnaan yang tepat pada dinding sebuah ruangan, terbukti mampu memengaruhi suasana hati orang-orang yang ada di dalamnya. Demikian besar pengaruh yang dibawanya, maka para orang tua dianjurkan memberikan warna yang tepat pada ruangan-ruangan di dalam rumah. Fungsinya tidak lain untuk memberikan pelajaran pengenalan emosi pada anak.

Kamar TidurKamar tidur adalah area pribadi yang paling sering ditempati. Sebuah kamar diharapkan dapat  memberikan perasaan tenang dan sejuk. Oleh karenanya, nuansa warna hijau dan biru sering dipilih untuk memberikan efek tenang dan sejuk yang diharapkan. Warna merah pekat tanpa kombinasi dan sejenisnya sangat tidak dianjurkan, karena warna tersebut tidak memberikan efek yang diharapkan dari sebuah kamar tidur.
Ruang TamuTidak ada aturan yang tegas dalam pemilihan warna untuk ruangan yang satu ini. Tetapi, mengingatbudaya untuk selalu menghormati tamu, dianjurkan untuk memilih warna-warna alam yang bersifat cenderung tidak provokatif. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran ruang tamu Anda. Warna gelap cocok untuk ruang tamu berukuran besar. Sedangkan untuk ruang tamu berukuran kecil dapat dimanipulasi dengan pemberian warna-warna terang.
Ruang MakanBayangkan Anda sedang berada di restoran cepat saji. Warna apa yang sering Anda temukan di sana? Ya, warna merah. Berdasarkan sebuah penelitian, warna yang satu ini memang dipercaya dapat merangsang nafsu makan, sehingga sering digunakan di restoran-restoran. Dianjurkan untuk tidak menggunakan warna biru di ruang makan, karena justru dapat menghilangkan nafsu makan.
DapurDapur adalah ruangan tempat berkreasi, sehingga warna yang cocok untuk ruangan ini adalah warna-warna segar seperti kuning jeruk atau hijau lemon. Kedua warna tersebut bersifat menyenangkan, sehingga dapat merangsang kreativitas.

Cara Mudah Basmi Hewan Pengganggu Rumah


 Hama atau hewan pengganggu tidak hanya berada di sawah saja. Tidak jarang hama-hama seperti tikus, kecoa, rayap, dan semut singgah di rumah Anda. Bukan hanya untuk singgah, bahkan mereka datang untuk tinggal dan ikut menetap.
Tikus
Tikus zaman dulu mungkin hanya beredar saat malam tiba, tetapi tidak pada tikus zaman  sekarang yang terkadang di sore hari pun sudah berkeliaran mengincar makanan yang menganggur di dapur. Cara pertama untuk mengusirnya adalah dengan menyebarkan bubuk kamper di tempat-tempat persembunyian tikus. Cara kedua yaitu letakkan potongan-potongan buah mengkudu matang di tempat yang disukai tikus.
Semut
Kapur anti rayap mungkin bisa membantu mengusir semut. Tetapi jika kapur tidak mempan, cairan sabun colek atau cuci pakaian juga bisa dijadikan alternatif. Campurlah ½ sampai satu sendok teh sabun dengan air secukupnya. Lalu semprotkan ke arah pasukan semut itu. Untuk membasmi sarangnya, campurkan ampas kopi dengan sedikit air dan tuangkan di atas sarang semut.
Kecoa
Jika serangga-serangga lain sedikit malu-malu dengan kehadiran manusia, tidak demikian dengan kecoa. Hewan ini berjalan dengan menggunakan sensor, sehingga justru akan mendekati sumber yang bergerak. Cara mengusirnya dari rumah adalah, campurkan ¼ liter air, 10 mililiter alkohol 75%, dan 20 mililiter cengkeh tumbuk. Kemudian, semprotkan cairan tersebut ke tempat-tempat yang sering disinggahi kecoa. Cara lain adalah dengan menebarkan daun lada kering ke sarang kecoa.
Rayap
Makanan rayap adalah furnitur atau kayu-kayu di rumah. Ucapkan selamat tinggal pada rayap dengan menyemprotkan cairan kapur sirih ke sarang rayap. Caranya, campur satu genggam kapur sirih dengan lima liter air. Panas dari kapur sirih mampu membuat koloni rayap mengungsi ke tempat lain. Cara lain, campurkan cairan minyak tanah dan obat nyamuk dengan perbandingan 1:1. Semprotkan pada kusen yang terserang rayap.